Abstract
Pembentukan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Diktisaintek) oleh Presiden Prabowo Subianto membuka babak baru dalam pengelolaan ilmu pengetahuan di Indonesia, sekaligus menimbulkan pertanyaan mengenai nasib Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) setelah hadirnya struktur kementerian anyar ini.
Sejak 2021, pemerintah melebur seluruh lembaga riset—baik yang beroperasi secara independen maupun yang berada di bawah kementerian atau lembaga—ke dalam BRIN. Awalnya, BRIN menjadi satu kesatuan dengan Kementerian Riset dan Teknologi. Namun, Kementerian Riset dan Teknologi itu sendiri kemudian digabung ke dalam Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).
Sejak 2021, pemerintah melebur seluruh lembaga riset—baik yang beroperasi secara independen maupun yang berada di bawah kementerian atau lembaga—ke dalam BRIN. Awalnya, BRIN menjadi satu kesatuan dengan Kementerian Riset dan Teknologi. Namun, Kementerian Riset dan Teknologi itu sendiri kemudian digabung ke dalam Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).
| Translated title of the contribution | Examining the Fate of BRIN and the New Chapter of Science and Research Development under Prabowo-Gibran Leadership |
|---|---|
| Original language | Indonesian |
| Number of pages | 5 |
| Specialist publication | The Conversation |
| Publication status | Published - 25 Oct 2024 |
| Externally published | Yes |
Keywords
- Ministry of Higher Education, Science, and Technology
- education management
- Indonesia
- National Research and Innovation Agency (BRIN)
- higher education
- Prabowo-Gibran leadership
- Prabowo Subianto
- BRIN
- Prabowo-Gibran
- PantauPrabowo
- kabinet prabowo
Fingerprint
Dive into the research topics of 'Examining the Fate of BRIN and the New Chapter of Science and Research Development under Prabowo-Gibran Leadership'. Together they form a unique fingerprint.Cite this
- APA
- Author
- BIBTEX
- Harvard
- Standard
- RIS
- Vancouver